Bagaimana menerapkan PAIKEM di kelas-kelas? Menyimak vide berikut ini mungkin bisa memberi Anda inspirasi.
Dimoderasi pada 09 February 2010 oleh Gilig Guru
Bagaimana menerapkan PAIKEM di kelas-kelas? Menyimak vide berikut ini mungkin bisa memberi Anda inspirasi.
Dimoderasi pada 01 February 2010 oleh Gilig Guru
Jas yang dipakai oleh para murid TK saat musim dingin.
Taman Kanak-kanak (Youchien) dimanfaatkan benar-benar sebagai sekolah bermain atau bersosialisasi. Meski juga dimanfaatkan oleh orang Jepang sebagai penitipan anak selagi mereka bekerja (hoikuen). Umur anak pada saat masuk Sekolah Dasar adalah 6 Tahun yang terhitung sampai dengan 1 April di tahun tersebut.
Hal ini bisa dicontohkan sebagai berikut: Si A lahir pada tanggal 17 Februari 2000, Si B lahir pada tanggal 5 April 2000. Pada saat masuk SD 2006, baik si A maupun si B sama-sama berumur 6 tahun. Si A diijinkan untuk mengikuti di kelas 1, sedangkan si B tidak bisa masuk SD melainkan di TK – 2. Si B dianggap belum mencapai 6 tahun pada saat sekolah itu mulai. Continue Reading
Dimoderasi pada 01 February 2010 oleh Gilig Guru
Suasana SD di Jepang
Pada dasarnya keharusan sekolah di Jepang ini dimulai dari Sekolah Dasar (Shougaku), sedangkan Taman Kanak-kanak (Youchien) sebagai sekolah bermain atau bersosialisasi? yang mana juga dimanfaatkan oleh orang Jepang sebagai penitipan anak selagi mereka bekerja. Umur anak pada saat masuk Sekolah Dasar adalah 6 Tahun yang terhitung sampai dengan 1 April di tahun tersebut.
Hal ini bisa dicontohkan sebagai berikut: Si A lahir pada tanggal 17 Februari 2000, Si B lahir pada tanggal 5 April 2000. Pada saat masuk SD 2006, baik si A maupun si B sama-sama berumur 6 tahun. Si A diijinkan untuk Continue Reading
Dimoderasi pada 31 January 2010 oleh Iman Suligi
Dimoderasi pada 27 January 2010 oleh Gilig Guru
Arsitektur sekolah mengambil konsep sebuah rumah; terdapat ?? (genkan) atau ruang transisi, yakni sebuah pintu masuk dimana tamu, guru, dan murid biasanya meletakkan payung mereka, melepas sepatu mereka dan menggantinya dengan sandal hijau atau cokelat (Saya rasa ada memang tidak ada warna lain) untuk berjalan di dalam gedung sekolah, sementara siswa mengganti sepatu “luar” dengan sepatu khusus dalam ruangan (uwabaki) yang selalu kain putih. Genkan, sandal, dan uwabaki ini mewakili pembagian antara “orang luar” dan “orang dalam” tradisi Jepang. Dengan begini bagian dalam sekolah relatif tidak terlalu kotor.
Dimoderasi pada 25 January 2010 oleh Gilig Guru
PEMBUKAAN KELAS KHUSUS
SMP ‘PESANTREN HUSNAYAIN’ SUKABUMI
(HUSNAYAIN ISLAMIC BOARDING SCHOOL)
Assalaamu’alaikum wr.wb.
Kepada yang saya hormati, kaum Muslimin pada umumnya, yang mempunyai anak perempuan yang akan memasuki bangku SMP, saya sampaikan informasi, bahwa setelah dua kali berkunjung ke PP Husnayain di Sukabumi dalam bulan Januari ini, saya memutuskan untuk menyekolahkan anak saya ketiga ke SMP Husnayain di Sukabumi ini. Dan setelah bermusyawarah dengan pimpinan pesantren, yaitu K.H.A. Cholil Ridwan Lc, Ust. Nirwan Syafrin MA, dan sebagainya, maka mulai tahun 2010 ini, Pesantren Husnayain akan membuka KELAS KHUSUS PUTRI untuk tingkat SMP. Kelas khusus ini akan ditangani secara serius untuk menghasilkan lulusan SMP yang unggul, yang Insya Allah memenuhi kriteria sebagai berikut:
Continue Reading