<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Sekolahku.info</title>
	<atom:link href="http://sekolahku.info/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://sekolahku.info</link>
	<description>Beritakan sekolahmu!</description>
	<lastBuildDate>Wed, 11 Aug 2010 07:36:18 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.0.1</generator>
		<item>
		<title>Bermaafan, Kenapa Menunggu Lebaran?</title>
		<link>http://sekolahku.info/2010/08/bermaafan-kenapa-menunggu-lebaran/</link>
		<comments>http://sekolahku.info/2010/08/bermaafan-kenapa-menunggu-lebaran/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 11 Aug 2010 07:36:18 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Gilig Guru</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel Islam]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sekolahku.info/?p=1493</guid>
		<description><![CDATA[Kebiasaan halal bi halal, atau saling memaafkan pada hari lebaran hanyalah lokalitas bangsa Indonesia, bukan ajaran Islam. Budaya tersebut sebenarnya baik bila dibiasakan setiap saat, tidak khusus waktu lebaran saja. Sebab pada dasarnya manusia itu tempatnya salah dan dosa. Apabila kita bersalah, maka segeralah meminta maaf pada yang bersangkutan dan bertaubat kepada Allah. Bukan menunda-nunda, [...]


Related posts:<ol><li><a href='http://sekolahku.info/2009/05/bagaimana-berkomunikasi-saat-anak-marah/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Bagaimana berkomunikasi saat anak marah'>Bagaimana berkomunikasi saat anak marah</a></li>
<li><a href='http://sekolahku.info/2009/12/penanggalan-hijriyah-sebagai-identitas-negara-islam/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Penanggalan Hijriyah sebagai Identitas Negara Islam'>Penanggalan Hijriyah sebagai Identitas Negara Islam</a></li>
<li><a href='http://sekolahku.info/2010/01/kenapa-pemeluk-kristen-sering-menggunakan-istilah-islam/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Kenapa pemeluk Kristen sering Menggunakan Istilah Islam?'>Kenapa pemeluk Kristen sering Menggunakan Istilah Islam?</a></li>
</ol>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Kebiasaan halal bi halal, atau saling memaafkan pada hari lebaran hanyalah lokalitas bangsa Indonesia, bukan ajaran Islam. Budaya tersebut sebenarnya baik bila dibiasakan setiap saat, tidak khusus waktu lebaran saja. Sebab pada dasarnya manusia itu tempatnya salah dan dosa. Apabila kita bersalah, maka segeralah meminta maaf pada yang bersangkutan dan bertaubat kepada Allah. Bukan menunda-nunda, apalagi menunggu hari raya.</p>
<p><strong><span id="more-1493"></span>Bersegera Meminta Maaf</strong></p>
<p>Contohnya Abu Dzar yang pernah marah hingga memanggil Bilal dengan sebutan yang jelek. Rosulullah saw yang mendengarnya mengingatkan, “berkurang satu pahala, berkurang satu pahala.”</p>
<p>Spontan Abu Dzar meletakkan pipinya di atas tanah dan berkata, “Ini pipiku, wahai Bilal, injaklah sebagai balasan penghinaanku padamu.”</p>
<p><strong>Raja dan Rakyat Sama</strong></p>
<p>Dalam peristiwa lain di zaman kekhilafahan Umar r.a. seorang Raja Ghasasinah pergi ke Ka’bah tak lama setelah ia masuk Islam. Tatkala ia bertawaf jubahnya terinjak oleh orang lain. Raja tersebut marah lalu menamparnya. Peristiwa ini diadukan kepada Amirul Mukminin (gelar pemimpin di negara Islam) Umar bin Khoth<span style="text-decoration: underline;">th</span>ob.</p>
<p>Menerima aduan tersebut, Umar mengadili keduanya dan memberikan pilihan, “Engkau (si raja) harus meminta maaf sampai dia (yang ditampar) rela, atau aku memerintahkannya untuk membalas menempelengmu!”</p>
<p>Raja Ghasasinah itu terkejut, “Bagaimana mungkin Engkau menyamakan aku dengannya, padahal saya raja dan dia rakyat biasa?” Sanggahnya.</p>
<p>“Karena Islam menganggap sama antara kalian berdua, tidak ada perbedaan antara raja dengan rakyat.” Tegas Umar.</p>
<p><strong>Tegakkan Keadilan Baru Memaafkan</strong></p>
<p>Disinilah keadilan dalam Islam, apabila ada orang bersalah maka sudah menjadi kewajibannya untuk meminta maaf sampai korbannya memaafkan, jadi bukan asal mengucapkan kata maaf, melainkan dengan kesungguhan dan penyesalan. Apabila tidak mau meminta maaf, maka pihak yang menjadi korban boleh saja mengadukan ke pengadilan dan meminta pembalasan.</p>
<p>Namun keadilan ini sulit diharapkan dalam sebuah negara yang tidak menghormati syariah Islam. Yang ada justru kembali ke jaman kerajaan dimana pejabat dan pemimpin merasa dirinya lebih mulia daripada rakyatnya sehingga kejahatan yang dilakukan pejabat tidak dapat diadili. Sedangkan kejahatan dari rakyat seringkali dihukum dengan berlebihan, bahkan tanpa lewat pengadilan.</p>
<p>Padahal Al-Qur’an telah menetapkan keadilan lewat hukumNya:</p>
<blockquote><p>Artinya: <em>“Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu qisos (membalas) berkenaan dengan orang-orang yang dibunuh; orang merdeka dengan orang merdeka, hamba dengan hamba, dan wanita dengan wanita. Maka Barangsiapa yang mendapat suatu pema&#8217;afan dari saudaranya, hendaklah (yang mema&#8217;afkan) mengikuti dengan cara yang baik, dan hendaklah (yang diberi ma&#8217;af) membayar (diat) kepada yang memberi ma&#8217;af dengan cara yang baik (pula). yang demikian itu adalah suatu keringanan dari Tuhan kamu dan suatu rahmat. Barangsiapa yang melampaui batas sesudah itu, Maka baginya siksa yang sangat pedih”.</em> (QS Al Baqoroh ayat 178)</p></blockquote>
<p>Qisos ialah mengambil pembalasan yang sama. Misalnya kalau membunuh ya dihukum bunuh oleh pengadilan, kalau melukai ya dilukai, memukul juga dibalas pukul. Apabila pihak korban (atau ahli warisnya) memberi maaf, maka qisos dibatalkan. Sebagai gantinya, pihak yang bersalah harus membayar diyat (denda). Ketentuan diyat ini dijelaskan dalam hukum Islam. Misalnya, untuk kasus pembunuhan, maka si pembunuh harus membayar 100 ekor unta pada keluarga korban. Ini tentu tidak dapat mengembalikan nyawa orang yang dibunuhnya, namun dapat membantu menyenangkan dan meringankan kehidupan perekonomian pihak korban.</p>
<p>Bila qisos atau diyat ini ditempuh, maka Allah menghapus dosa dari si pendosa. Di akhirat kelak dia tidak lagi disiksa. Namun bila si pendosa lolos dari jerat hukum, dan tidak meminta maaf pada keluarga korban, maka dosanya akan diadili kelak di akhirat, dan Allah akan menjatuhkan siksa yang jauh lebih pedih daripada hukuman di dunia.</p>
<p>Jadi masalah bermaaf-maafan sebenarnya adalah masalah keadilan, yang ditegakkan melalui peradilan dalam Islam. Bukan sekedar lewat kartu ucapan atau bersalam-salaman. Dengan cara Islam, keridhoan akan diberikan dengan sungguh-sungguh, bukan sekedar basa-basi.</p>
<p><strong>Si Pemegang Amanah, Penjalin Persaudaraan, dan Pemaaf</strong></p>
<p>Alkisah ada seorang penggembala mengejar unta-untanya yang masuk ke kebun orang. Sebelum sempat dihalaunya keluar, pemilik kebun datang dan melempari perusak kebunnya hingga salah seekor unta mati terkena batu.. Merasa harus melindungi unta yang diamanahkan padanya, si penggembala membalas melempari si pemilik kebun, hingga tewaslah ia.</p>
<p>Peristiwa ini diketahui anak pemilik kebun sehingga bangkitlah kemarahannya, lalu dilaporkannya pada kepala negara Islam saat itu, Umar bin Khoth<span style="text-decoration: underline;">th</span>ob. Si penggembala dipanggil dan ia mengakui seluruh perbuatannya. Sebelum menjatuhkan sanksi Amirul Mukminin menanyakan kesediaan ahli waris korban, yakni anak si pemilik kebun itu memaafkan si penggembala.</p>
<p>Namun kemarahannya sudah menutup pintu maaf di hatinya, maka tak lain <em>qisos</em>-lah hukumannya. Umar lalu menanyakan apa permintaan terakhir dari si penggembala. Dijawabnya, ”Wahai Amirul Mukminin, selama ini aku dipercaya menyimpan harta waris tiga anak yatim yang dalam asuhanku. Setelah mereka dewasa, harta itu sedianya akan kukembalikan pada mereka. Oleh karena itu, izinkan aku mengembalikan amanah itu, atau barangkali meminta orang lain untuk menggantikan tugasku. Demi Allah, aku sama sekali tak ingin matidengan menyimpan amanah di tanganku sendiri. Mohon, berikan kepadaku penundaan hukuman selama tiga hari saja agar aku dapat menyelesaikan amanah dengan sebaik-baiknya.”</p>
<p>3 Hari! Siapa percaya? Anak pemilik kebun jelas merasa keberatan dengan itu. Maka Umar menolaknya, “Aku tidak bisa melepaskanmu tanpa jaminan.”</p>
<p>Majulah seorang pemuda yang hadir dalam majelis peradilan Islam itu, “Saya bersedia menjaminnya, wahai Amirul Mukminin.”</p>
<p>“Ketahuilah jika dia tidak kembali, maka engkau penggantinya.” Kata Umar. Dengan demikian dilepaslah di penggembala itu selama waktu yang dimintanya.</p>
<p>Selang tiga hari kemudian, peradilan dibuka kembali. Anak pemilik kebun, Amirul Mukminin, dan si penjamin didatangkan di majelis itu. Namun si penggembala tidak ada. Semua menunggu cemas hingga detik-detik akhir pengeksekusian.</p>
<p>Tiba-tiba datanglah seorang penunggang kuda, dengan terburu-buru dia turun dan berlari menyeruak ke majelis Umar. Ternyata dialah si penggembala. Dengan tersengal ia memohon maaf atas keterlambatannya, lalu berdiri ke tempat eksekusi.</p>
<p>Ditanyalah oleh Umar, “Kenapa engkau kembali, padahal bisa saja kau lari dan bebas?”</p>
<p>Si penggembala menjawab, “Kalau aku lari, dimana letak menunaikan amanah dalam Islam?”</p>
<p>Umar tersenyum, lalu ia menoleh pada si penjamin, “Kenapa engkau mau menjaminnya, padahal sama saja engkau menggantikan mati?”</p>
<p>Dijawab olehnya, “Kalau tidak ada yang menjamin, dimana letak persaudaraan dalam Islam?”</p>
<p>Menyaksikan itu semua, berlinanglah air mata, dan anak pemilik kebun serta-merta memaafkan pembunnh ayahnya. Qisos pun dibatalkan.</p>
<p>Umar bertanya pada anak pemilik kebun, “Kenapa anda memaafkannya?”</p>
<p>Anak pemilik kebun menjawab, “Kalau tidak ada pemaafan, dimana letak kasih sayang dalam Islam?”</p>
<p><strong>Silaturahim, Bukan Sekedar Mengunjungi</strong></p>
<p>Kebiasaan halal bi halal, atau saling memaafkan pada hari lebaran hanyalah lokalitas bangsa Indonesia, bukan ajaran Islam. Budaya tersebut sebenarnya baik bila dibiasakan setiap saat, tidak khusus waktu lebaran saja. Sebab pada dasarnya manusia itu tempatnya salah dan dosa. Apabila kita bersalah, maka segeralah meminta maaf pada yang bersangkutan dan bertaubat kepada Allah. Bukan menunda-nunda, apalagi menunggu hari raya.</p>
<p><a class="a2a_dd addtoany_share_save" href="http://www.addtoany.com/share_save"><img src="http://sekolahku.info/wp-content/plugins/add-to-any/share_save_171_16.png" width="171" height="16" alt="Share/Bookmark"/></a> </p>

<p>Related posts:<ol><li><a href='http://sekolahku.info/2009/05/bagaimana-berkomunikasi-saat-anak-marah/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Bagaimana berkomunikasi saat anak marah'>Bagaimana berkomunikasi saat anak marah</a></li>
<li><a href='http://sekolahku.info/2009/12/penanggalan-hijriyah-sebagai-identitas-negara-islam/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Penanggalan Hijriyah sebagai Identitas Negara Islam'>Penanggalan Hijriyah sebagai Identitas Negara Islam</a></li>
<li><a href='http://sekolahku.info/2010/01/kenapa-pemeluk-kristen-sering-menggunakan-istilah-islam/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Kenapa pemeluk Kristen sering Menggunakan Istilah Islam?'>Kenapa pemeluk Kristen sering Menggunakan Istilah Islam?</a></li>
</ol></p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sekolahku.info/2010/08/bermaafan-kenapa-menunggu-lebaran/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Siapa yang berhak mendapatkan Zakat?</title>
		<link>http://sekolahku.info/2010/08/siapa-yang-berhak-mendapatkan-zakat/</link>
		<comments>http://sekolahku.info/2010/08/siapa-yang-berhak-mendapatkan-zakat/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 11 Aug 2010 07:28:44 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Gilig Guru</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel Islam]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sekolahku.info/?p=1490</guid>
		<description><![CDATA[Salah satu rukun Islam adalah kewajiban membayar zakat. Ini adalah pilar agama yang salah satu hikmahnya adalah untuk mendekatkan antara orang-orang yang mampu dengan yang lemah ekonominya. Zakat adalah ibadah harta yang tidak diambil kecuali dari orang Islam saja. Orang kafir tidak perlu membayar zakat. Karena bernilai ibadah, maka tentu saja akan mendapatkan nilai pahala [...]


Related posts:<ol><li><a href='http://sekolahku.info/2010/03/jika-darah-berwarna-merah-kenapa-pembuluh-darah-biru/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Jika darah berwarna merah, kenapa pembuluh darah biru?'>Jika darah berwarna merah, kenapa pembuluh darah biru?</a></li>
<li><a href='http://sekolahku.info/2009/10/orang-yang-didoakan-oleh-para-malaikat/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Orang yang didoakan oleh para malaikat'>Orang yang didoakan oleh para malaikat</a></li>
<li><a href='http://sekolahku.info/2009/11/al-ghazali-perang-salib-dan-kebangkitan-islam/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Al-Ghazali, Perang Salib, dan Kebangkitan Islam'>Al-Ghazali, Perang Salib, dan Kebangkitan Islam</a></li>
</ol>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Salah satu rukun Islam adalah kewajiban membayar zakat. Ini adalah pilar agama yang salah satu hikmahnya adalah untuk mendekatkan antara orang-orang yang mampu dengan yang lemah ekonominya.</p>
<p>Zakat adalah ibadah harta yang tidak diambil kecuali dari orang Islam saja. Orang kafir tidak perlu membayar zakat. Karena bernilai ibadah, maka tentu saja akan mendapatkan nilai pahala di sisi Allah swt.</p>
<p><strong><span id="more-1490"></span>Mengenal Jenis Zakat</strong></p>
<p>Sayang di kalangan kaum Muslimin masih memahami zakat hanya sebatas zakat fitrah dari dua jenis zakat yang diwajibkan. Sedangkan zakat maal (harta) tidak dikenal bahkan tidak dibayarkan.</p>
<p>Bila zakat fitrah dikeluarkan setiap bulan puasa, terutama menjelang akhir Ramadhan, berupa uang atau beras (makanan pokok) senilai 2,5 kg untuk setiap jiwa. Zakat maal hanya dikeluarkan bagi orang yang memiliki harta tertentu dalam jumlah yang melebihi batas tertentu pula (misalkan apabila menyimpan emas sebanyak minimal 85 gram dalam satu tahun, maka zakatnya 4/10-nya,).</p>
<p>Ketentuan tersebut perlu dipelajari tersendiri supaya kita memahami dan bisa mengamalkan, jangan sampai kita bermaksiat karena telah meninggalkan sebuah kewajiban padahal kita mampu untuk melaksanakannya.</p>
<p><strong>Ancaman Bila Tidak Membayar Zakat</strong></p>
<p>Rosulullah mengancam siksa dunia bagi orang yang menolak membayar zakat, <em>“Tiada suatu kaum menolak mengeluarkan zakat melainkan Allah akan menimpa mereka dengan paceklik(kemarau panjang dan kegagalan panen).” </em>(HR At Thobroni) Ini belum lagi siksa akhirat yang hanya Allah Yang Maha Tahu kerasnya siksaan-Nya.</p>
<p>Abu Bakar ra, salah seorang sahabat yang paling dekat dengan Rosulullah saw, menganggap zakat sama pentingnya dengan sholat, tidak boleh dibeda-bedakan, tidak boleh ada yang dinomorduakan.</p>
<p>Oleh karena itu, menghadapi pemberontakan dari segolongan orang yang menolak membayar zakat, sebagai khalifah (kepala Negara Islam) beliau memerintahkan angkatan bersenjatanya untuk memerangi golongan tersebut. Akhirnya pemberontakan dapat diredam, dan orang-orang tyang tadinya menolak membayar kini kembali tunduk pada Negara Islam dan mau membayar zakat. Begitulah dengan ketegasan dalam menegakkan syariah Islam, segala permasalahan dapat diselesaikan.</p>
<p><strong>Manfaat Zakat</strong></p>
<p>Bagi relawan-relawan yang pernah berdonor darah, mereka tidak merasa apa yang disumbangkannya itu mengurangi jumlah darah di dalam tubuhnya. Justru mereka menyadari ini sebagai sebuah pencucian darah yang sehat, karena begitu darah dialirkan ke luar, tubuh akan memacu produksi darah baru, yang otomatis lebih segar dan sehat. Sehingga beberapa hari setelah berdonor, tubuh akan terasa jauh lebih bugar. Rahasia inilah yang membuat orang-orang yang sadar akan kesehatan gemar sekali berdonor darah secara berkala.</p>
<p>Demikian pula orang yang “mendonorkan” hartanya melalui zakat maupun shodaqoh. Ia sadar dengan janji Allah,</p>
<blockquote><p>Artinya: <em>Katakanlah: &#8220;Sesungguhnya Tuhanku melapangkan rezki bagi siapa yang dikehendaki-Nya di antara hamba-hamba-Nya dan menyempitkan bagi (siapa yang dikehendaki-Nya)&#8221;. dan barang apa saja yang kamu nafkahkan, Maka Allah akan menggantinya dan Dia-lah pemberi rizqi yang sebaik-baiknya.</em> (QS Saba’ ayat 39)</p></blockquote>
<p>Muslim yang mengeluarkan zakat tidak akan berkurang rizkinya, karena zakat yang dikeluarkannya itu pada hakikatnya memang bukan untuk dirinya, melainkan rizqi bagi orang lain. Malah dengan berzakat, Allah akan mengganti dengan rizqi lain yang barokah (terdapat tambahan kebaikan), yang lebih suci, dan halal.</p>
<blockquote><p>Artinya: <em>“Ambillah zakat dari sebagian harta mereka, dengan zakat itu kamu membersihkan dan mensucikan mereka dan mendoalah untuk mereka. Sesungguhnya doa kamu itu (menjadi) ketenteraman jiwa bagi mereka. dan Allah Maha mendengar lagi Maha mengetahui” </em>(QS At Taubah ayat 103)</p></blockquote>
<p><strong>Kepada Siapa Zakat Dibagikan?</strong></p>
<p>Zakat dibagikan hanya kepada delapan ashnaf (golongan) yang telah dijelaskan dalam Al-Qur’an. Yakni surat At Taubah ayat 60:</p>
<blockquote><p><em>Sesungguhnya zakat-zakat itu, hanyalah untuk orang-orang fakir, orang-orang miskin, pengurus-pengurus zakat, Para mu&#8217;allaf yang dibujuk hatinya, untuk (memerdekakan) budak, orang-orang yang berhutang, untuk jalan Allah dan untuk mereka yang sedang dalam perjalanan, sebagai suatu ketetapan yang diwajibkan Allah, dan Allah Maha mengetahui lagi Maha Bijaksana</em></p></blockquote>
<p>Selain yang disebutkan dalam ayat tersebut tidak boleh menerima zakat, meskipun demi kepentingan umum misalnya untuk membangun perekonomian Negara. Mereka yang berhak menerima zakat dalam ayat tersebut adalah:</p>
<p><strong>1. orang fakir</strong>: Muslim yang memiliki harta namun kebutuhan hidup (dalam standar yang normal) mereka lebih banyak ketimbang harta yang mereka miliki</p>
<p><strong>2. orang miskin</strong>: Muslim yang tidak memiliki harta dan tidak mempunyai sumber pemasukan</p>
<p><strong>3. <em>amil</em></strong>: Muslim yang bekerja sehari-harinya untuk mengumpulkan dan membagikan zakat, mereka diberi gaji dari zakat.</p>
<p><strong>4. <em>muallaf</em></strong>: orang kafir yang bila diberi zakat bisa diharapkan untuk masuk Islam dan orang yang baru masuk Islam yang imannya masih lemah sehingga diharapkan akan menguatkan diri mereka.</p>
<p><strong>5. <em>riqab</em> (memerdekakan budak)</strong>: budak Muslim yang diberi harta dari zakat agar dapat menebus dirinya dan menjadi merdeka. Tentulah ini tidak cukup bila tidak dari zakat maal.</p>
<p><strong>6. <em>gharim</em> (orang berhutang)</strong>: Muslim yang berhutang (bukan untuk maksiat) dan tidak sanggup melunasinya.</p>
<p><strong>7.</strong> <strong><em>fii sabilillah</em> (pada jalan Allah)</strong>: yaitu untuk membiayai jihad, seperti pembebasan Palestina dari penjajahan Israel.</p>
<p><strong>8. <em>ibnu sabil </em>(musafir)</strong>: Muslim yang sedang dalam perjalanan (bukan untuk maksiat) mengalami kehabisan bekal dalam perjalanannya. Misalnya TKI yang tidak bisa pulang ke tanah air karena tidak ada biaya.</p>
<p>Apabila kedelapan golongan tersebut tidak ditemukan, maka harta zakat tidak boleh diberikan pada orang lain (misalnya kepada tokoh masyarakat atau kiai karena ketokohannya) atau keperluan lain, melainkan harus disimpan dalam <em>baitul maal</em> (semacam kas perbendaharaan negara) untuk dibagikan bila nanti sudah ada yang berhak menerimanya.</p>
<p><a class="a2a_dd addtoany_share_save" href="http://www.addtoany.com/share_save"><img src="http://sekolahku.info/wp-content/plugins/add-to-any/share_save_171_16.png" width="171" height="16" alt="Share/Bookmark"/></a> </p>

<p>Related posts:<ol><li><a href='http://sekolahku.info/2010/03/jika-darah-berwarna-merah-kenapa-pembuluh-darah-biru/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Jika darah berwarna merah, kenapa pembuluh darah biru?'>Jika darah berwarna merah, kenapa pembuluh darah biru?</a></li>
<li><a href='http://sekolahku.info/2009/10/orang-yang-didoakan-oleh-para-malaikat/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Orang yang didoakan oleh para malaikat'>Orang yang didoakan oleh para malaikat</a></li>
<li><a href='http://sekolahku.info/2009/11/al-ghazali-perang-salib-dan-kebangkitan-islam/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Al-Ghazali, Perang Salib, dan Kebangkitan Islam'>Al-Ghazali, Perang Salib, dan Kebangkitan Islam</a></li>
</ol></p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sekolahku.info/2010/08/siapa-yang-berhak-mendapatkan-zakat/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Sholat adalah Batas Keimanan</title>
		<link>http://sekolahku.info/2010/08/sholat-adalah-batas-keimanan/</link>
		<comments>http://sekolahku.info/2010/08/sholat-adalah-batas-keimanan/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 11 Aug 2010 07:21:39 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Gilig Guru</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel Islam]]></category>
		<category><![CDATA[Gilig Pradhana]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sekolahku.info/?p=1487</guid>
		<description><![CDATA[Sholat adalah pilar agama, demikian gambaran dari Rosulullah teladan ummat Islam, maka barangsiapa mengerjakan sholat dia telah menegakkan agamanya, dan barangsiapa meninggalkan sholat dia telah meruntuhkan agamanya. Bagaimana tidak? Sholat adalah perkara pertama yang ditanyakan di akhirat kelak. Bila seorang Muslim lolos dari pertanggungjawabannya dalam masalah sholat, maka beruntunglah dia. Namun bila sebaliknya, maka dia [...]


Related posts:<ol><li><a href='http://sekolahku.info/2010/08/begini-sholat-tarawih-yang-sahih/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Begini Sholat Tarawih yang Sahih!'>Begini Sholat Tarawih yang Sahih!</a></li>
<li><a href='http://sekolahku.info/2010/08/siapa-yang-berhak-mendapatkan-zakat/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Siapa yang berhak mendapatkan Zakat?'>Siapa yang berhak mendapatkan Zakat?</a></li>
<li><a href='http://sekolahku.info/2010/03/sejarah-puasa-assyuura/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Sejarah Puasa Assyuura'>Sejarah Puasa Assyuura</a></li>
</ol>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Sholat adalah pilar agama, demikian gambaran dari Rosulullah teladan ummat Islam, maka barangsiapa mengerjakan sholat dia telah menegakkan agamanya, dan barangsiapa meninggalkan sholat dia telah meruntuhkan agamanya. Bagaimana tidak? Sholat adalah perkara pertama yang ditanyakan di akhirat kelak. Bila seorang Muslim lolos dari pertanggungjawabannya dalam masalah sholat, maka beruntunglah dia. Namun bila sebaliknya, maka dia akan kecewa dan merugi.</p>
<p><span id="more-1487"></span>Patut diprihatinkan kalau masih banyak tetangga kita yang menyepelekan sholatnya, bahkan ada pula yang meninggalkannya sama sekali. Misalnya dalam event wisuda, para mahasiswi sibuk bersolek mulai jam 01.00 dini hari di salon! Dengan kondisi bermake-up itu tentu sulit baginya untuk berwudhu’. Atau dalam sebuah konser musik di malam minggu, remaja berbondong-bondong sejak sore mengantri tiket agar tidak kehabisan tempat, bagaimana sholat Maghribnya? Tak jauh bedanya dengan pertandingan sepak bola, yang kerap melenakan penonton dan pemainnya hingga melewatkan sholat Asar. Yang paling parah adalah event gerak jalan Tanggul-Jember (TAJEM), seluruh peserta memulai start di kota Tanggul sejak tengah hari lalu berjalan sejauh 30 km. Bisa dipastikan seluruh peserta baru sampai ke garis finish setelah Isya’. Maka mulai waktu Dhuhur, Asar, hingga Maghrib disia-siakan begitu saja. Bahkan boleh jadi Isya’ pun terlalu capai untuk dikerjakan.</p>
<p><strong>Bahaya Meninggalkan Sholat</strong></p>
<p>Banyak sekali ancaman bagi orang yang meninggalkan sholatnya. Yang pertama adalah tentang sholat Asar Rosulullah bersabda, <em>Barangsiapa meninggalkan sholat Asar dengan sengaja maka Allah akan menggagalkan amalan (usaha)nya.” </em>(HR Bukhori)</p>
<p>Tentang sholat Jum’at beliau berpesan, <em>“Barangsiapa meninggalkan sholat Jum’at karena meremehkannya tanpa suatu alasan (yang benar) maka Allah tabaroka wata’ala akan mengunci hatinya.”</em> (HR Bukhori-Muslim)</p>
<p>Maksud dari alasan yang diperbolehkan untuk meninggalkan sholat Jum’at adalah apabila dia (1) wanita, (2) budak, (3) orang yang sakit, (4) musafir (orang yang bepergian jauh). Tidak boleh meninggalkan sholat Jum’at bila karena disibukkan pekerjaan.</p>
<p>Kemudian ancaman terbesar adalah, <em>“Barangsiapa meninggalkan sholat dengan sengaja, maka dia kafir terang-terangan.” </em>(HR Ahmad). Ini karena perbedaan orang beriman dengan orang kafir adalah sholatnya. Orang beriman menegakkan sholat sedangkan orang kafir tidak mengerjakan sholat. Maka apa bedanya orang kafir dengan orang yang tidak mau sholat?</p>
<p>Di dalam negara Islam yang sangat menjunjung tinggi hukum Allah swt, orang yang malas melakukan sholat akan diperingatkan dan dihukum oleh kholifah. Sedangkan orang yang memang sengaja tidak mau sholat, misalnya menganggap sholat itu tidak wajib, maka dinasehati dan diberi waktu bertaubat selama 3 hari. Bila tetap keras kepala akan dihukum mati. Hal ini disebabkan sangat bahayanya perbuatan meninggalkan sholat, dan orang-orang semacam ini bisa mempengaruhi ummat yang awam untuk ikut-ikutan meninggalkan sholat. Saat ini di negara yang tidak menjunjung hukum Allah, hal-hal demikian dianggap sepele, sehingga masyarakatnya pun menjadi lengah dan materialistis.</p>
<p>Umar bin Abdul Azis, seorang khalifah keturunan Umar bin Khoth<span style="text-decoration: underline;">th</span>ob, dikenal sebagai orang yang <span style="text-decoration: underline;">sh</span>olih dan sangat menjaga diri dari kemaksiatan, ia berkata, “Sesungguhnya orang yang terbiasa melalaikan sholat, tentu ia akan lebih melalaikan hukum-hukum Islam yang lain.”</p>
<p><strong>Adzan adalah Panggilan Allah</strong></p>
<p>Sahabat bertanya, “Wahai Rosulullah, aku ini seorang buta sedangkan rumahku jauh dari masjid dan pembantu yang biasa menuntunku ke masjid tidak bisa menemaniku. Apakah ada ruk<span style="text-decoration: underline;">sh</span>oh (keringanan) bagiku untuk (bisa) sholat di rumah?” Rosulullah bertanya kembali, “Apakah (dari rumahmu) kamu dapat mendengar adzan?” Dia menjawab, “Ya.” Rosulullah pun berkesimpulan, “Aku tidak menemukan keringanan untuk dirimu.” (HR Muslim).</p>
<p>Disini ulama berpendapat bahwa bagi kaum laki-laki sholat wajib berjamaah di masjid hukumnya sunnah muakaddah (sangat dianjurkan), ada pula yang mengatakan fardhu kifayah (wajib dijalankan kaum Muslimin). Sedangkan bagi kaum perempuan hukumnya mubah (boleh), meski oleh Nabi saw kaum perempuan dianjurkan untuk sholat di rumah karena keutamaannya.</p>
<p><strong>Kecintaan Sahabat Menjalankan Sholat Sunnah</strong></p>
<p>Sepulang dari perang Dzatu  Riqaa, Rosulullah dan pasukannya bermalam di perjalanan. Beliau menunjuk Amar bin Yasir dan Abbad bin Bisyr untuk berjaga. Mereka pun berjaga bergantian. Melihat keadaan aman Abbad memilih mengerjakan sholat malam. Setelah membaca Al-Fatihah, ia memilih sebuah surat dalam Al Qur’an. Pada saat itulah musuh datang mengintai dan melepaskan anak panah yang mengenai lengannya.</p>
<p>Abbad tak bergeming, ia cabut anak panah itu sambil tetap melanjutkan bacaannya. Sehingga musuh pengintai itu melepaskan dua anak panah yang kesemuanya mengenainya. Abbad pun menghentikan bacaan suratnya, mencabut kedua anak panah tersebut, dan dilanjutkannya rukuk dan sujud. Kemudian dalam kondisi yang lemah dia menarik-narik Amar yang sedang tidur di sampingnya. Baru setelah ia bangkit dari sujud dan membaca tasyahud serta mengucamkan salam, ia bisa memanggil sahabatnya, “Bangunlah… gantikan aku berjaga, Aku terkena panah.”</p>
<p>Sontak Amar melompat dari tidurnya, berlarian kesana-kemari sambil berteriak-teriak. Musuh pengintai terkejut dan melarikan diri, tidak disangkanya orang yang dipanahnya masih bisa berlari mengejar. Amar menoleh pada Abbad seraya berkata, “Subhanallah, mengapa kamu tidak membangunkan aku saat terkena pertama kali?”</p>
<p>“Tadi aku membaca ayat-ayat Al-Qur’an yang sangat menakjubkan sehingga aku tidak ingin berhenti. Demi Allah! Kalau saja tidak melalaikan pos penjagaan yang telah diperintahkan Rosulullah kepada kita, aku lebih suka mati daripada harus memutuskan bacaan ayat-ayat tadi.”</p>
<p><strong>Keutamaan Sholat</strong></p>
<p>Allah swt hadir menemui kita pada saat sholat, berhadap-hadapan, demikian sebagaimana diriwayatkan menurut hadits. Oleh karenanya di dalam sholat kita dilarang mengangkat pandangan dari tempat sujud. Barulah saat selesai mengucapkan salam maka Allah meninggalkan kita. Maka panjangnya sholat seseorang akan menambah kemesraan dengan Allah.</p>
<p>Dalam sebuah sholat berjama’ah, Nabi Muhammad saw pernah membaca surat Al-Baqoroh, Ali Imran, dan 5 surat panjang lainnya (jadi semuanya 7 surat panjang) hingga selesai. Pernah juga di rumahnya beliau sholat sunnah sepanjang malam hingga lututnya bengkak, dan membuat istri beliau keheranan, “Bukankah engkau Nabi Allah dan dosa-dosamu yang telah lalu serta dosamu yang kemudian sudah diampuni?”</p>
<p>Beliau menjawab, “Wahai Aisyah, tidak sukakah engkau bila aku menjadi hambaNya yang bersyukur?” Bila memang kita mengaku sebagai ummat Nabi Muhammad, maka harus kita buktikan dengan mencontoh perbuatan beliau.</p>
<p>Allah berjanji dalam Al-Qur’an:</p>
<p>Artinya: <em>“…dan orang-orang yang memelihara sholatnya, mereka Itulah orang-orang yang akan mewarisi, (yakni) yang akan mewarisi syurga Firdaus. mereka kekal di dalamnya.”</em> (QS Al Mukminuun 9-11)</p>
<p>Inilah janji Allah swt, Tuhan alam semesta, Yang tidak mungkin mengingkari janji-Nya, serta ditulis di dalam Al-Qur’an, yang tidak ada keraguan serta kesalahan di dalamnya, dan disampaikan oleh Rosulullah Muhammad saw Al-Amin, orang yang terpercaya. Lalu apalagi yang membuat kita belum meyakininya?</p>
<p>Suatu ketika Jarir bersama Nabi saw pada suatu malam bulan purnama, lalu beliau bersabda, <em>“Kelak kalian akan melihat Rabb kalian sebagaimana kalian melihat bulan purnama ini tanpa ada sesuatu yang menghalangi penglihatan kalian. Karena itu jangan sampai kalian lewatkan sholat sebelum matahari terbit (Sholat Subuh) dan sholat sebelum matahari terbenam (sholat Asar).”</em> Kemudian beliau membaca surat Qaaf ayat 39. (HR Bukhori no 554).</p>
<p>Melihat Allah swt dengan mata kepala sendiri tentulah merupakan kenikmatan tertinggi di antara semua jenis kenikmatan. Ternyata itu bisa kita peroleh bila kita menjalankan sholat. Siapa yang tidak menginginkannya?</p>
<p><a class="a2a_dd addtoany_share_save" href="http://www.addtoany.com/share_save"><img src="http://sekolahku.info/wp-content/plugins/add-to-any/share_save_171_16.png" width="171" height="16" alt="Share/Bookmark"/></a> </p>

<p>Related posts:<ol><li><a href='http://sekolahku.info/2010/08/begini-sholat-tarawih-yang-sahih/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Begini Sholat Tarawih yang Sahih!'>Begini Sholat Tarawih yang Sahih!</a></li>
<li><a href='http://sekolahku.info/2010/08/siapa-yang-berhak-mendapatkan-zakat/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Siapa yang berhak mendapatkan Zakat?'>Siapa yang berhak mendapatkan Zakat?</a></li>
<li><a href='http://sekolahku.info/2010/03/sejarah-puasa-assyuura/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Sejarah Puasa Assyuura'>Sejarah Puasa Assyuura</a></li>
</ol></p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sekolahku.info/2010/08/sholat-adalah-batas-keimanan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Begini Sholat Tarawih yang Sahih!</title>
		<link>http://sekolahku.info/2010/08/begini-sholat-tarawih-yang-sahih/</link>
		<comments>http://sekolahku.info/2010/08/begini-sholat-tarawih-yang-sahih/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 11 Aug 2010 07:09:12 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Gilig Guru</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel Islam]]></category>
		<category><![CDATA[Gilig Pradhana]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sekolahku.info/?p=1483</guid>
		<description><![CDATA[Bulan Romadhon memang dahsyat barokahnya sehingga mampu mendatangkan tetangga-tetangga yang dulunya enggan sholat berjamaah di masjid. Bagaimana tidak? Rumah Allah ini mendadak membludak jama’ah hingga ke shof paling luar sekalipun. Sayangnya makmurnya masjid ini jarang bisa istiqomah (berkelanjutan). Baru setengah bulan, Bulan Berkunjung ke Masjid (BBM) berbalik menjadi Berjubel Belanja ke Mal (BBM juga). Inilah [...]


Related posts:<ol><li><a href='http://sekolahku.info/2010/08/sholat-adalah-batas-keimanan/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Sholat adalah Batas Keimanan'>Sholat adalah Batas Keimanan</a></li>
<li><a href='http://sekolahku.info/2009/11/suasana-ramadhan-di-jepang/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Suasana Ramadhan di Jepang'>Suasana Ramadhan di Jepang</a></li>
<li><a href='http://sekolahku.info/2010/08/pendidikan-ramadhan-tidak-ada-kesalihan-instan/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Pendidikan Ramadhan: Tidak ada kesalihan instan'>Pendidikan Ramadhan: Tidak ada kesalihan instan</a></li>
</ol>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Bulan Romadhon memang dahsyat barokahnya sehingga mampu mendatangkan tetangga-tetangga yang dulunya enggan sholat berjamaah di masjid. Bagaimana tidak? Rumah Allah ini mendadak membludak jama’ah hingga ke shof paling luar sekalipun. Sayangnya makmurnya masjid ini jarang bisa <em>istiqomah</em> (berkelanjutan). Baru setengah bulan, Bulan Berkunjung ke Masjid (BBM) berbalik menjadi Berjubel Belanja ke Mal (BBM juga). Inilah yang fenomena <strong>kesalihan instan</strong>.</p>
<p><span id="more-1483"></span>Predikat mukmin tidak dapat dicapai dengan cara demikian, yang hanya islami dari sisi penampilan saja, namun dalamnya tidak tertanam kecintaan pada Islam. Bagaimana mungkin akan mencintai ibadah kalau tidak tahu ilmu tentang ibadah tersebut? Dalam bahasan kali ini marilah mengupas bagaimana Sholat Tarawih yang sesuai dengan petunjuk Nabi Muhammad saw supaya dapat kita jiwai dan amalkan sepenuh hati.</p>
<p><strong>Fadilah (keutamaan) Sholat Tarawih</strong></p>
<p>Rosulullah saw menganjurkan sholat malam ini sebagaimana sabda beliau,</p>
<blockquote><p>“<em>Barangsiapa sholat tarawih dengan dilandasi keimanan dan mengharap pahala dari Allah, maka diampuni dosa-dosanya yang telah lalu”</em> (HR Bukhori-Muslim)</p></blockquote>
<p>Hadits ini menjanjikan ampunan dosa bagi yang melaksanakan sholat tarawih dengan benar.</p>
<p>Janji Rosulullah ini dikuatkan dengan hadits lainnya,</p>
<blockquote><p><em>“…Barangsiapa berpuasa Romadhon dan </em>qiyam<em> (berdiri untuk sholat di malam) Romadhon karena iman dan mencari pahala, maka ia (pasti) keluar dari dosa-dosanya sebagaimana pada hari ia dilahirkan oleh ibunya (suci dari dosa)”</em> (HR Ibnu Majah).<em></em></p></blockquote>
<p>Syaratnya mendapatkan jaminan tersebut cuma dua; (1) beriman (dalam hati, dengan lisan, dan dibuktikan dengan perbuatan) dan (2) mengharap pahala dari Allah. Jadi bukan sekedar beriman dalam hati, namun tidak ada perwujudannya dalam kehidupan sehari-hari. Misalnya mengaku Muslim namun meremehkan sholat bahkan tidak mau mengerjakan sholat.</p>
<p>Sholat tarawih ini meski cuma 11  rokaat, namun pahalanya sama dengan sholat semalam suntuk. Sebagaimana dikabarkan Nabi Muhammad saw,</p>
<blockquote><p><em>“Barangsiapa sholat tarawih bersama imam sampai ia (imam itu) selesai, maka ditulis baginya (pahala yang nilainya) sama dengan sholat semalam suntuk.”</em> (HR Nasai).</p></blockquote>
<p>Disini syaratnya adalah berjamaah hingga tuntas dan bukan sholat sendiri-sendiri di rumah. Bukannya tidak boleh sholat sendiri di rumah, apalagi tarawih itu bukan sholat wajib, sehingga boleh ditinggalkan. Namun tentu pahalanya tidak sama antara yang berjamaah dengan yang sendirian.</p>
<p><strong>Tata Cara Sholat Tarawih</strong></p>
<p>Adapun dalam melaksanakan sholat tarawih patut diperhatikan bahwa kita tidak boleh tergesa-gesa. Tarawih sendiri berasal dari  kata <em>tarwihah</em> yang bermakna “duduk”, dimana maksudnya setiap selesai dari empat roka’at para jama’ah duduk sejenak untuk beristirahat. Bahkan sholat yang <em>ngebut</em> atau kilat dapat menyebabkan sholatnya tidak sah. Sebagaimana peringatan Nabi Muhammad saw:</p>
<p><em>“Tidak akan sah sholat seseorang hingga ia menegakkan punggungnya ketika rukuk dan sujud.” </em>(HR Abu Dawud)</p>
<p>Maksud dari hadits ini adalah agar dalam rukuk dan sujud kita meluruskan punggung. Ini tidak dilakukan bagi mereka yang sujudnya hanya 3 detik saja! Kemudian saat bangkit dari rukuk dan sujud, harus benar-benar sampai punggung itu tegak, bukan pada saat masih bergerak kemudian langsung disusul gerakan selanjutnya.</p>
<p>Abu Huroiroh, salah seorang sahabat Rosul mengisahkan bahwa tatkala suatu ketika Rosulullah masuk masjid, ada orang lain yang masuk ke masjid lalu sholat. Seusai sholat orang tersebut mendatangi Nabi dan mengucapkan salah kepada beliau. Nabi menjawab salamnya dan berkata, <em>“Sholatlah kembali, karena kamu belum (sah) sholat(nya)!”</em></p>
<p>Laki-laki tadi kembali melakukan sholat, lalu seusai sholatnya iapun kembali menghadap Nabi. Beliau pun berkata, <em>“Sholatlah kembali karena kamu belum sholat!”</em></p>
<p>Hal ini berulang tiga kali sehingga orang tadi mengatakan, “Demi Dzat Yang mengutusmu membawa kebenaran, Aku tidak bisa sholat lebih baik dari sholat saya yang tadi, maka ajarkanlah sholat kepadaku.” Maka beliau pun mengajarkannya, <em>“Jika Engkau mulai sholat, bertakbirlah, lalu bacalah ayat Al-Qur’an yang mudah bagimu, lalu rukuklah sampai engkau rukuk dengan tuma’ninah (tenang), lantas bangkitlah sampai engkau berdiri dengan tegak, lantas sujudlah sampai Engkau sujud dengan tuma’ninah (tenang), lantas bangkitlah sampai engkau duduk (di antara dua sujud) dengan tuma’ninah, dan lakukanlah semua itu tadi dalam semua sholatmu!” </em>(HR Abu Dawud)</p>
<p>Tegasnya pendidikan Rosulullah untuk meluruskan cara sholat seseorang ini harusnya tidak kita abaikan seperti saat ini. Oleh karena itu, bila kita menjadi imam, hendaklah tahu cara sholat yang sah agar tidak menjerumuskan semua jama’ahnya. Sedangkan bila kita menjadi makmum, harusnya berani menyampaikan kebenaran yang datangnya dari Rosul sendiri.</p>
<blockquote><p><em>“Barangsiapa sholat tarawih bersama imam sampai ia (imam itu) selesai, maka ditulis baginya (pahala yang nilainya) sama dengan sholat semalam suntuk.”</em> (HR Nasai).</p></blockquote>
<p><strong>Hal-hal Seputar Berjama’ah di Masjid</strong></p>
<p>Selain dari pahala sholatnya sendiri, memakmurkan masjid juga merupakan amalan yang sangat mulia. Setiap langkah yang diayunkan menuju ke masjid dengan niat ibadah akan mengangkat derajat dan menghapuskan dosa-dosa. Oleh karenanya janganlah justru jauhnya jarak menuju ke rumah Allah membuat kita malas, karena justru balasannya sangat besar.</p>
<p>Kaum Muslimin diperintah untuk menyambut panggilan adzan dengan berjalan tenang ke masjid, tidak boleh tergesa-gesa, apalagi sampai berlarian karena takut terlambat. Rosulullah saw tidak menyukai ummatnya sholat dengan nafas terengah-engah karena habis berlarian. Tidak mengapa terlambat karena Rosulullah telah mengajarkan bahwa bagi <em>masbuk</em> (orang yang terlambat dating) diperbolehkan langsung bergabung dengan sholat jama’ah, yakni cukup dengan berniat, lalu bertakbirotul ikrom, kemudian langsung mengikuti gerakan imam bersama makmum lainnya. Barulah setelah imam mengucapkan salam, makmum yang masbuk tadi tidak ikut salam melainkan melengkapi sesuai jumlah rokaat yang tertinggal.</p>
<p>Hendaklah laki-laki mengambil shof (baris) mulai yang terdepan, sedangkan perempuan mengutamakan shof yang terbelakang. Ini karena<em>”Sebaik-baik shof laki-laki adalah yang paling depan dan yang terburuk adalah shof paling akhir. Namun seburuk-buruk shof bagi perempuan adalah yang paling depan dan yang terbaik adalah yang paling belakang.” </em>(HR Muslim).</p>
<p>Yang dimaksud shof paling buruk adalah nilai keutamaannya paling kecil, bukan berarti berdosa. Sebaliknya, yang dimaksud paling baik adalah nilai keutamaannya paling besar. Memang seharusnyalah laki-laki dan perempuan itu terpisah dan tidak bercampur aduk yang dapat menyebabkan terjadinya fitnah seperti pergaulan bebas.</p>
<p><strong>Khatimah</strong></p>
<p>Sholat tarawih berjamaah adalah sunnah Nabi saw. Hal ini sekaligus meluruskan pendapat yang menganggap kebiasaan tarawih berjamaah baru ada sejak jaman sahabat Umar. Oleh karena itu sholat tarawih berjama’ah bukanlah amalan yang diada-adakan (bid’ah), melainkan sunnah sejak Nabi Muhammad saw masih hidup. Mengingat besar manfaat dan pahalanya, mari kita manfaatkan sebagai sarana penggemblengan keistiqomahan ibadah kita!</p>
<p><em>Wallahu a’lam bish showab.</em></p>
<p><a class="a2a_dd addtoany_share_save" href="http://www.addtoany.com/share_save"><img src="http://sekolahku.info/wp-content/plugins/add-to-any/share_save_171_16.png" width="171" height="16" alt="Share/Bookmark"/></a> </p>

<p>Related posts:<ol><li><a href='http://sekolahku.info/2010/08/sholat-adalah-batas-keimanan/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Sholat adalah Batas Keimanan'>Sholat adalah Batas Keimanan</a></li>
<li><a href='http://sekolahku.info/2009/11/suasana-ramadhan-di-jepang/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Suasana Ramadhan di Jepang'>Suasana Ramadhan di Jepang</a></li>
<li><a href='http://sekolahku.info/2010/08/pendidikan-ramadhan-tidak-ada-kesalihan-instan/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Pendidikan Ramadhan: Tidak ada kesalihan instan'>Pendidikan Ramadhan: Tidak ada kesalihan instan</a></li>
</ol></p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sekolahku.info/2010/08/begini-sholat-tarawih-yang-sahih/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Download Artikel Pendidikan Tauhid</title>
		<link>http://sekolahku.info/2010/08/download-artikel-pendidikan-tauhid/</link>
		<comments>http://sekolahku.info/2010/08/download-artikel-pendidikan-tauhid/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 11 Aug 2010 07:04:09 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Gilig Guru</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel Islam]]></category>
		<category><![CDATA[Download E-book]]></category>
		<category><![CDATA[Gilig Pradhana]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sekolahku.info/?p=1480</guid>
		<description><![CDATA[Berikut ini adalah artikel-artikel mengenai konsep pendidikan Tauhid (Islami) yang aktual dan diharapkan menjadi model pendidikan dan acuan kurikulum di sekolah Islam khususnya di dunia pesantren. Artikel ditulis dalam format PDF dan boleh disebarluaskan dengan tetap menyebutkan sumbernya. Pendidikan Islam seharusnya tidak mengejar kemewahan. Pendidikan Islam tidak hanya menilai dengan angka Bagaimana kurikulum untuk pendidikan [...]


Related posts:<ol><li><a href='http://sekolahku.info/2010/04/format-pendidikan-islam-tingkat-dasar/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Seri Pendidikan Islam: Format Pendidikan Dasar'>Seri Pendidikan Islam: Format Pendidikan Dasar</a></li>
<li><a href='http://sekolahku.info/2009/12/konsep-pendidikan-seksualitas-sejak-dini-menurut-islam/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Konsep Pendidikan Seksualitas Sejak Dini Menurut Islam'>Konsep Pendidikan Seksualitas Sejak Dini Menurut Islam</a></li>
<li><a href='http://sekolahku.info/2010/01/mengenal-sistem-pendidikan-di-jepang/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Mengenal Sistem Pendidikan di Jepang'>Mengenal Sistem Pendidikan di Jepang</a></li>
</ol>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Berikut ini adalah artikel-artikel mengenai konsep pendidikan Tauhid (Islami) yang aktual dan diharapkan menjadi model pendidikan dan acuan kurikulum di sekolah Islam khususnya di dunia pesantren. Artikel ditulis dalam format PDF dan boleh disebarluaskan dengan tetap menyebutkan sumbernya.</p>
<ol>
<li><a href="http://www.4shared.com/document/pUgO6AuP/Pendidikan_Islam_Seri_Bukan_Me.html" target="_blank">Pendidikan Islam seharusnya tidak mengejar kemewahan.</a></li>
<li><a href="http://www.4shared.com/document/UXgF7kIP/Pendidikan_Islam_Seri_Mengeval.html" target="_blank">Pendidikan Islam tidak hanya menilai dengan angka</a></li>
<li><a href="http://www.4shared.com/document/C1iAC7WX/Pendidikan_Islam_Seri_Mendidik.html" target="_blank">Bagaimana kurikulum untuk pendidikan anak usia pra-akil baligh?</a></li>
</ol>
<p><a class="a2a_dd addtoany_share_save" href="http://www.addtoany.com/share_save"><img src="http://sekolahku.info/wp-content/plugins/add-to-any/share_save_171_16.png" width="171" height="16" alt="Share/Bookmark"/></a> </p>

<p>Related posts:<ol><li><a href='http://sekolahku.info/2010/04/format-pendidikan-islam-tingkat-dasar/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Seri Pendidikan Islam: Format Pendidikan Dasar'>Seri Pendidikan Islam: Format Pendidikan Dasar</a></li>
<li><a href='http://sekolahku.info/2009/12/konsep-pendidikan-seksualitas-sejak-dini-menurut-islam/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Konsep Pendidikan Seksualitas Sejak Dini Menurut Islam'>Konsep Pendidikan Seksualitas Sejak Dini Menurut Islam</a></li>
<li><a href='http://sekolahku.info/2010/01/mengenal-sistem-pendidikan-di-jepang/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Mengenal Sistem Pendidikan di Jepang'>Mengenal Sistem Pendidikan di Jepang</a></li>
</ol></p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sekolahku.info/2010/08/download-artikel-pendidikan-tauhid/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Seri Pendidikan Islam: Mengevaluasi Sistem Evaluasi Kita</title>
		<link>http://sekolahku.info/2010/08/seri-pendidikan-islam-mengevaluasi-sistem-evaluasi-kita/</link>
		<comments>http://sekolahku.info/2010/08/seri-pendidikan-islam-mengevaluasi-sistem-evaluasi-kita/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 11 Aug 2010 06:44:35 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Gilig Guru</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[Gilig Pradhana]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sekolahku.info/?p=1477</guid>
		<description><![CDATA[Apabila sebuah ujian terlalu sulit sehingga menyebabkan siswanya banyak yang mendapatkan nilai yang rendah, maka proses pendidikannya dipertanyakan. Hasilnya akan memberikan gambaran yang tidak akurat mengenai siswa, yang akibatnya membuat laporan hasil ujian tidak berguna karena tidak lagi mewakili kondisi anak yang sebenarnya.


Related posts:<ol><li><a href='http://sekolahku.info/2010/04/format-pendidikan-islam-tingkat-dasar/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Seri Pendidikan Islam: Format Pendidikan Dasar'>Seri Pendidikan Islam: Format Pendidikan Dasar</a></li>
<li><a href='http://sekolahku.info/2010/04/pendidikan-islam-bukan-mengejar-kemewahan/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Seri Pendidikan Islam: Bukan Mengejar Kemewahan'>Seri Pendidikan Islam: Bukan Mengejar Kemewahan</a></li>
<li><a href='http://sekolahku.info/2010/01/mengenal-sistem-pendidikan-di-jepang/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Mengenal Sistem Pendidikan di Jepang'>Mengenal Sistem Pendidikan di Jepang</a></li>
</ol>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><em></em></p>
<table cellspacing="0" cellpadding="0" align="left">
<tbody>
<tr>
<td align="left" valign="top"></td>
</tr>
</tbody>
</table>
<p>Penyelenggaraan ujian nasional (UN) telah kita lalui dari tahun ke tahun, sudah semestinyalah kita bisa mengevaluasi keefektifannya dalam mengantarkan pelajar untuk mencapai tujuan pendidikan.</p>
<p>Sebagaimana yang disyaratkan dalam Peraturan Meteri Pendidikan Nasional nomor 75 tahun 2009 tentang ujian nasional sekolah menengah pasal 20 ayat 1, Mendiknas menetapkan batas minimal kelulusan yang cukup rumit:</p>
<p><span id="more-1477"></span>(1)   Peserta UN SMP/MTs, SMPLB, SMA/MA, SMALB, dan SMK dinyatakan lulus jika memenuhi standar kelulusan UN sebagai berikut:</p>
<p>a)      memiliki nilai rata-rata minimal 5,50 untuk seluruh mata pelajaran yang diujikan, dengan nilai minimal 4,00 untuk paling banyak dua mata pelajaran dan minimal 4,25 untuk mata pelajaran lainnya;</p>
<p>b)      khusus untuk SMK, nilai mata pelajaran praktik kejuruan minimal 7,00 dan digunakan untuk menghitung rata-rata UN.</p>
<p>Evaluasi seperti ini tidak akurat karena berangkat dari kerangka pemikiran yang salah.</p>
<p>Ujian pada dasarnya adalah untuk mengukur tingkat pencapaian belajar seorang siswa. Dengan kata lain, seseorang yang melihat hasil ujiannya, maka dia akan melihat gambaran keahliannya. Tentunya siapapun akan mengharapkan laporan yang akurat, bukan rekayasa. Maka sebuah ujian harus mewakili apa yang dipelajari anak dan bersifat kredibel.</p>
<p><strong>│         Ujian Harus Mewakili Studi Anak</strong></p>
<p>Apabila sebuah ujian terlalu sulit sehingga menyebabkan siswanya banyak yang mendapatkan nilai yang rendah, maka proses pendidikannya dipertanyakan. Hasilnya akan memberikan gambaran yang tidak akurat mengenai siswa, yang akibatnya membuat laporan hasil ujian tidak berguna karena tidak lagi mewakili kondisi anak yang sebenarnya.</p>
<p>Ujian Nasional yang kita ketahui diselenggarakan di akhir masa studi yang merangkum hasil belajar selama satu jenjang pendidikan dasar. Artinya apa yang ditanyakan dalam UN adalah sampel dari proses pembelajaran selama 3 tahun. Di dalam sebuah survei mana pun selalu ada kemungkinan kesalahan meskipun kecil. Di dalam UN kemungkinan kesalahan tersebut berupa soal-soal yang belum diajarkan di sekolah-sekolah tertentu (biasanya di daerah tertinggal). Bila ini yang terjadi, maka skala penilaian atas siswa dari sekolah yang maju dengan sekolah yang tertinggal menjadi tidak adil, mengingat kemampuan siswa menjadi sangat relatif tergantung dari kualitas sekolahnya.</p>
<p><strong>│         Hasil Ujian Harus Kredibel</strong></p>
<p>Selain harus mewakili kondisi anak yang sesungguhnya, hasil ujian juga harus dapat dipercaya. Kenyataannya banyak yang meragukan angka-angka UN dan ketidakpercayaan ini bukannya tidak beralasan. Dengan bentuk soal ujian yang berupa pilian ganda, siapapun dapat mencoba menjawab secara asal-asalan mengandalkan keuntungan seperti “mengitung kancing” (Anda tahu <em>kan</em>? Di saat peserta ujian sudah tidak memiliki jawaban lagi, maka ia menghitung jumlah kancing di bajunya dengan mengurutkan abjad; a, b, c, d, e! maka diketemukanlah jawabannya). Selain itu soal pilihan ganda juga beresiko untuk dicontek. Soal-soal pilihan ganda tidak benar-benar dapat mendeskripsikan kemampuan siswa yang sesungguhnya.</p>
<p>Ujian yang menggunakan soal <em>essay</em> lebih dapat menguraikan pendapat peserta ujian secara lebih personal, sehingga tidak dapat dicontek. Soal semacam ini memberikan kesempatan bagi siswa untuk memberikan sudut pandang yang unik dengan jawaban yang kaya. Misalnya untuk pertanyaan, siapakah Umar bin Khattab yang kamu kenal? Maka tentu nilai terhadap jawaban “salah seorang sahabat Nabi Muhammad saw” dengan tambahan “&#8230;yang menjadi khalifah kedua setelah Abu Bakar.” Akan berbeda. Hal ini tidak dapat dilihat pada soal pilihan berganda; siswa berwawasan luas dengan yang tidak akan dianggap sama.</p>
<p>Kelemahan sistem essay dibandingkan dengan pilihan berganda adalah penilaiannya akan memakan waktu yang lama. Adalah tidak mungkin untuk menjadikannya sentralistik secara nasional, dan memang bukan itu yang diperlukan oleh siswa. Kemampuan siswa cukup dipantau dan dievaluasi oleh seorang supervisor yang selama ini mengetahui perkembangannya sejak awal, yakni guru. Guru-lah yang berhak dan pantas mengevaluasi siswa menurut apa yang telah dia ajarkan selama ini.</p>
<p>Contoh yang paling mendekati dalam hal ini yakni mahasiswa, yang diuji secara essay dan dievaluasi oleh professornya sendiri saat ujian skripsi. Membandingkan dengan evaluasi di Perguruan Tinggi yang berjalan dengan baik, sistem UN pasti bisa diganti ke cara yang sama.</p>
<p><strong>│         Hasil Ujian Harus Dapat Dibaca</strong></p>
<p>Dalam memberikan gambaran tentang prestasi anak maka alat untuk mengetahuinya adalah laporan hasil ujian, seperti DANUN atau rapor.</p>
<blockquote><p>Soal-soal pilihan ganda tidak benar-benar dapat mendeskripsikan kemampuan siswa yang sesungguhnya.</p></blockquote>
<p>Ke depan laporan hasil ujian ini harus dapat dibaca juga oleh siswa dan orang tua wali selain oleh guru. Maksudnya, bila anak mendapat nilai 7 dalam matematika, misalnya, maka orang tua perlu tahu apakah sang anak telah bisa berhitung, sejauh mana kemampuannya? Bisakah melakukan operasi aritmatika? Apa kekurangannya? Apa yang bisa dilakukan siswa dan orang tua untuk meningkatkan prestasinya? Dimana siswa harus memfokuskan latihan selanjutnya?</p>
<p>Deskripsi kemampuan belajar harus memiliki ruang yang cukup agar guru bisa mengurai komunikasi dengan orang tua mengenai prestasi anak.</p>
<p><strong>│         Ujian Tidak Harus Menjadi Penentu Kelulusan</strong></p>
<p>Sistem Ujian Nasional yang dijadikan sebagai penentu kelulusan siswa pada faktanya telah menuai banyak permasalahan. Bagi pendidikan Islam, seandainya perlu diadakan ujian semacam Ujian Nasional (UN), maka penentu kelulusan siswa seharusnya ada pada pelajaran Dinul Islam, sebab madrasah tidak mungkin melepas santri yang nakal kendati dia pintar. Sebaliknya, tidaklah bermasalah bila madrasah meluluskan siswa yang lemah dalam keahlian berbahasa Inggris atau matematika sekalipun asalkan akhlaknya mulia.</p>
<p>Pendidikan Islam harus menekankan masalah aqidah dan akhlak lebih daripada yang lain. Tidak boleh ada anak yang lulus sekolah dengan aqidah yang menyimpang atau akhlak yang buruk. Sebab hal yang demikian bukan saja tidak dapat diterima di masyarakat tetapi juga tidak diterima di sisi Allah swt.</p>
<p>Madrasah dapat saja meluluskan santri yang lemah dalam kemampuan akademiknya, bahkan madrasah atau pemerintah tidak berhak menahan sertifikat santri hanya karena satu atau dua mata pelajarannya bernilai kurang. Masalah penerimaannya di pendidikan yang lebih tinggi atau dunia kerja itu sepenuhnya pertimbangan masyarakat, bukan sekolah maupun pemerintah. Sebuah perusahaan tidak selamanya mencari pekerja yang memiliki kemampuan akademik di atas rata-rata. Penata bunga, misalnya, tidak membutuhkan nilai tinggi pada IPA, tidak pula matematika, apalagi bahasa Inggris, malah yang dibutuhkannya adalah seni, ketekunan, dan kelembutan. Jadi tidak beralasan bagi pemerintah hanya melihat nilai pada mata pelajaran tertentu, sementara kehidupan itu berdimensi luas.</p>
<p>***</p>
<p>Para ustadz dan pemerintah saat ini harus membuka mata akan luasnya aspek kehidupan yang akan diterjuni oleh generasi muda. Para pendidik inilah yang bertanggung jawab atas cakrawala wawasan siswanya dalam menyongsong masa depannya. Sudah saatnya anak didik dapat memilih apa cita-citanya, selain daripada dokter atau wiraswasta, yang kerap hanya membebek orang dewasa. Biarkan mereka mengasah potensi yang dimilikinya.</p>
<p><a class="a2a_dd addtoany_share_save" href="http://www.addtoany.com/share_save"><img src="http://sekolahku.info/wp-content/plugins/add-to-any/share_save_171_16.png" width="171" height="16" alt="Share/Bookmark"/></a> </p>

<p>Related posts:<ol><li><a href='http://sekolahku.info/2010/04/format-pendidikan-islam-tingkat-dasar/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Seri Pendidikan Islam: Format Pendidikan Dasar'>Seri Pendidikan Islam: Format Pendidikan Dasar</a></li>
<li><a href='http://sekolahku.info/2010/04/pendidikan-islam-bukan-mengejar-kemewahan/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Seri Pendidikan Islam: Bukan Mengejar Kemewahan'>Seri Pendidikan Islam: Bukan Mengejar Kemewahan</a></li>
<li><a href='http://sekolahku.info/2010/01/mengenal-sistem-pendidikan-di-jepang/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Mengenal Sistem Pendidikan di Jepang'>Mengenal Sistem Pendidikan di Jepang</a></li>
</ol></p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sekolahku.info/2010/08/seri-pendidikan-islam-mengevaluasi-sistem-evaluasi-kita/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
<!-- WP Super Cache is installed but broken. The path to wp-cache-phase1.php in wp-content/advanced-cache.php must be fixed! -->